Sekilas Tentang Pemrograman Terstruktur

Setelah membaca tentang pemrograman, sekarang saatnya melangkah ke materi ‘pemrograman terstruktur’. Nah, ada pemrograman terstruktur, berarti ada dong pemrograman yang ‘tidak terstruktur’. Namun dalam tulisan kali ini kita hanya akan berbicara mengenai pemrograman terstruktur yang bisa dibilang perbaikan dari cara pemrograman tidak terstruktur.

Pada pertengahan 1960an, para ilmuwan komputer mulai untk memberikan definisi yang tepat untuk struktur sebuah proper program. Usaha ini membawa kita ke suatu disiplin yang dikenal dengan Pemrograman Terstruktur. Disiplin ini dimaksudkan untuk meningkatkan kejelasan program, kesederhanaan debugging, dan untuk meningkatkan produktivitas pemrogram.

Salah satu sasaran dalam men-desain program terstruktur adalah mengurangi kebingunan yang dihasilkan dari penggunaan percabangan atau perintah go-to. Dalam pemrograman terstruktur tidak digunakan lagi perintah go-to.

Asumsi dasar pada pemrograman terstruktur adalah bahwa setiap program dapat ditulis menggunakan hanya tiga struktur logikal. Mereka disebut struktur barisan atau sequence, struktur seleksi atau selection, dan strktur iterasi atau iteration.

Struktur Barisan atau Sequence structure

Struktur ini sederhana, yakni bahwa statement imperatif program dilaksanakan secara barisan. Di sini, misalnya jika statement MOVE, ADD dan SUBTRACT dikode secara barisan pada suatu program, mereka dilaksanakan berturut-tutur satu persatu. Akibatnya, suatu Kotak Barisan dapat terdiri dari satu atau banyak imperatif statement. Dan dua kotak barisan dapat dikombinasi satu sama lain tanpa mengubah struktur barisan dasar.

Struktur Seleksi atau Selection Structure

Struktur ini adalah mengambil satu pilihan di antara dua aksi berbasis pada suatu condition. Jika condition true, satu fungsi dikerjakan, jika false, yang lain dikerjakan. Suatu aksi dapat dispesifikasi untuk hanya satu hasil dari condition test. Maka, bila hasil lain muncul, program melanjutkan dengan melaksanakan statement berikutnya pada barisan. Struktur ini sering mengacu pada struktur IF-THEN ELSE, dan banyak bahasa pemrograman mempunyai kode yang sangat mirip dengannya.

 

Struktur Iterasi atau Iteration stucture

Struktur ini sering disebut DOJ-WHILE structure. Struktur ini dimaksudkan untuk mengerjakan sebuah fungsi sepanjang kondisi true. Apabila kondisi tidak lagi true, program melanjutkan dengan struktur berikutnya. Suatu  struktur DO-UNTIL secara lokiga setara dengan DO-WHILE. Di sini, DO-UNTIL melaksanakan fungsi, sampai sebuah kondisi menjadi true.

Meskipun COBOL tidak secara langsung membentuk, baik struktur DO-WHILE maupun struktur DO-UNTIL, ia menawarkan struktur PERFORM-UNTIL. Ini merupakan struktur iteration ketiga. Ia sangat mirip dengan struktur DO-UNTIL. Dalam kenyataannya, ia berbeda dari DO-UNTIL hanya pada kondisi ditest sebelum fungsi dilaksanakan, bukannya sesudah.

Satu dari prinsip pemrograman terstruktur adalah bahwa setiap struktur dasar di atas dapt disubstitusikan ke dalam kotak fungsi dari struktur lainnya. Hasilnya masih merupakan sebuah program yang wajar. Sama halnya, dua atau lebih struktur dasar barisan dapat diperlakukan seperti sebuah kotak fungsi tunggal. Ini berarti bahwa struktur yang sangat rumit dapat dibentuk dengan berpegang pada prinsip bahwa mereka mempunyai hanya satu titik entry dan satu titik exit dan bawa mereka akan dilaksanakan secara terkendali dari awal sampai selesai.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s