Routing Sederhana dengan UML

Salah satu cara untuk mempelajari jaringan komputer adalah dengan membuat jaringan virtual. Maksudnya? Kita dapat membuat jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dengan perangkat jaringan seperti switch, router dan hub. Pada sistem operasi linux terdapat vasilitas untuk membuatnya, yaitu dengan UML. UML yang merupakan User Mode Linux memiliki syntax-syntax khusus yang dapat digunakan untuk membangun jaringan secara virtual.

Untuk kesempatan kali ini, kita akan mencoba membuat routing sederhana yang terdiri atas client, router dan DMZ. Berikut gambar ilustrasinya.

routing

Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu membuat switch, kemudian router dan terkahir membuat host-host pada jaringan tersebut.

Syntax membuat switch

uml_switch -unix sinta > /dev/null < /dev/null &
switch yang telah dibuat diberi nama sinta

Sytanx membuat router
xterm -T rama -e linux ubd0=rama,uml umid=rama mem=50M eth1=daemon,,,sinta eth0$

router yang dibuat diberi nama rama, dialokasikan memory sebesar 50MB.

Syntax membuat host

xterm -T laksmana -e linux ubd0=laksmana,uml umid=laksmana mem=50M eth0=daemon,$
xterm -T hanoman -e linux ubd0=hanoman,uml umid=laksmana mem=50M eth0=daemon,,,$

Syntax di atas dapat langsung dijalankan di terminal secara satu per satu, ataupun dibuat pada satu bash file dan diekekusi pada terminal.

nah, sekarang saatnya menseting masing-masing bagian yang telah kita buat.

Setting pada router:

Lakukan perubahan pada file interface dengan cara nano/etc/network/interfaces

ketikkan setting berikut

auto eth0

ifece eth0 inet static

address 10.151.76.102

netmask 255.255.255.252

gateway 10.151.76.101

auto eth1

iface eth1 inet static

address 172.16.0.3

netmask 255.255.255.0

eth0 dari router menghubungkan router dengan jaringan luar. Dimana dalam setting di atas saya sambungkan dengan alamat ip laboratorium yang sudah mendapat akses internet.

eth1 dari router terhubung dengan jaringan dalam yang kita buat.

Setting pada host

setting host1

auto lo

iface lo inet loopback

auto eth0

iface eth0 inet static

address 172.16.0.1

netmask 255.255.255.0

gateway 172.16.0.3

setting host2

auto lo

iface lo inet loopback

auto eth0

iface eth0 inet static

address 172.16.0.2

netmask 255.255.255.0

gateway 172.16.0.3

Setelah melakukan setting di atas, maka host dalam jaringan di tersebut sudah saling terhubung.

Untuk router sendiri sudah dapat melakukan akses terhadap jaringan luar (di luar jaringan virtual). Agar host yang lain dapat melakukan akses pada jaringan luar dan akses internet, maka kita harus melakukan setting tambahan. Yaitu dengan melakukan ip forwarding. settingnya yaitu:

echo 1 > /prox/sys/net/ipv4/ip_forward

iptables -A FORWARD -i eth1 -o eth0 -j ACCEPT

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, maka sudah terbentuk sebuah routing sederhana.

Oleh: Putu Harum Bawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s